Satunokia

One Stop Hobbies

Jika Anda penggemar sate kambing, marilah bersekutu dengan panji baru: Front Pemangsa Sate. Dan segeralah ”rame-rame” menyerbu Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Jalan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Di situ Anda akan menemui aliansi kelezatan dan gurihnya bakaran daging wedhus gembel alias domba gimbal yang cuma berbumbu garam—populer dengan sebutan sate klathak. Jadi, meskipun pakai label ”front”, ini tak ada urusan dengan kekerasan. Paling banter cuma berurusan dengan remasan. ”Biar empuk setelah dipotong-potong, dagingnya lalu saya remas-remas pakai tangan biar garamnya merata. Setelah itu baru ditusuki pakai ini,” tutur Kang Bari yang bernama lengkap Sobari, 31 tahun, sambil menunjuk bekas jeruji sepeda yang biasanya ditusuki enam atau tujuh keratan daging.

Read the rest of this entry »

Baru-baru ini saya menemukan lagi kejutan menyenangkan dalam perburuan mencari masakan-masakan khas daerah. Kejutan ini saya temukan di sebuah desa di Muntilan, tidak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Yang membuat saya heran, warung ini direkomendasikan oleh banyak orang yang mengetahui reputasi saya sebagai tukang makan. “Harus dan wajib ke sana, Pak. Pokoke mak nyuss tenin!” begitulah rekomendasi orang-orang kepada saya.

Ketika saya diantar ke sana pada suatu malam, ternyata tempatnya mblusuk-mblusuk di dalam kampung. Sudah pasti saya tidak akan dapat menemukannya kalau disuruh pergi sendiri ke tempat itu.

Read the rest of this entry »