Faedah Surah Al-Mulk

Tafsir Qur'an besrta sumbernya

Faedah Surah Al-Mulk

Postby daffa » 07 May 2010 11:06

Faedah Surah Al-Mulk, Keadaan Neraka & Penghuninya

Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akir zaman.

Berikut adalah lanjutan dari tafsir surat Al Mulk. Saat ini kita akan membahas tafsir dan faedah surat Al Mulk ayat 6-11. Semoga kita tidak bosan-bosannya mengkaji Al Qur'an. (sayang sekali pada forum ini, ayat-ayat suci Al-Quran tidak bisa ditampilkan, jika ditampilkan tidak akan bisa diposting / error, apakah ada tampilan setting yang salah? hanya pak Admin forum ini saja yang tau. mudah2an bisa menjadi masukan bagi pengelola forum ini. syukron... Daffa)

Allah SWT Ta'ala berfirman: “Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah SWT tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar". Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 6-11)

Jahannam, Seburuk-buruk Tempat Kembali
Allah SWT Ta'ala berfirman: “Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Mulk: 6). Ayat ini adalah ancaman untuk orang yang kufur terhadap Allah SWT baik dari setan dan selainnya. Mereka diancam dengan siksaan jahannam. Dan ancaman ini bukan hanya ditujukan untuk setan sebagaimana konteks dari ayat kelima surat Al Mulk yang membicarakan tentang setan yang mencuri berita langit lalu mereka dilempar. Namun ayat ini mencakup setiap orang yag kufur dan menentang Allah SWT [Lihat Tafsir Fakhur Rozi, 30/63]. Jahannam adalah sejelek-jelek tempat kembali bagi mereka. [Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14/73.].

Neraka Begitu Dalam
Mengapa neraka disebut jahannam?

Jahannam berarti sesuatu yang dasarnya amat dalam (ba'idatul qo'ri), sebagaimana disebutkan dalam Al Qomus [Lihat Al Qomus Al Muhith, 3/205].Begitulah keadaan neraka, ia begitu dalam. Abu Hurairah mengatakan: “Kami dulu pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bertanya, “Tahukah kalian, apakah itu?” Para sahabat pun menjawab, “Allah SWT dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian menjelaskan, “Ini adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu dan batu tersebut baru sampai di dasar neraka saat ini.” [HR. Muslim no. 2844].

Subhanallah .. begitu luar biasa dalamnya neraka.

Dalam ayat selanjutnya, Allah SWT Ta'ala akan menceritakan keadaan siksaan di neraka -semoga Allah SWT melindungi kita darinya-.

Sifat Neraka: Neraka Berteriak dan Mendidih
Allah SWT Ta'ala berfirman: “Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak.” (QS. Al Mulk: 7). Ayat ini menceritakan keadaan orang kafir ketika mereka dilemparkan ke dalam neraka.

Apa yang dimaksud syahiqo dalam ayat di atas?

Ibnu Jarir Ath Thobari mengatakan bahwa makna syahiq adalah suara yang keluar dari bagian dalam tubuh dengan sangat kuatnya seperti suara keledai. [Tafsir Ath Thobari, 23/123] Atau ringkasnya syahiq bermakna teriakan. [Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14/73].

Maksudnya adalah ketika orang kafir itu dilemparkan ke dalam neraka, neraka pun akan teriak. Lantas bagaimanakah lagi siksaan neraka bagi orang-orang kafir tersebut?! [Faedah dari Taisir Al Karimir Rahman, hal. 876].

Apa yang dimaksud dengan tafuur?

Ibnu Jarir Ath Thobari mengatakan bahwa makna tafuur adalah mendidih. [Tafsir At Thobari, 23/124.]. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Neraka itu mendidih gara-gara orang kafir yang masuk di dalamnya. Gambaran mendidihnya adalah seperti sebuah biji yang jumlahnya sedikit mendidih dalam air yang jumlahnya banyak.” [Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14/73].

Itulah keadaan neraka yang berteriak dengan kencangnya dan mendidih gara-gara orang kafir yang masuk di dalamnya.

Sifat Neraka: Neraka Marah
Allah SWT Ta'ala berfirman: “Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah.” (QS. Al Mulk: 8). Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa neraka hampir-hampir saja terpecah lantaran marah.

Yang memiliki perkaataan serupa dengan Ibnu 'Abbas adalah Adh Dhohak dan Ibnu Zaid -rahimahumullah-. Allah SWT marah terhadap orang yang bermaksiat pada-Nya dan murka pada Allah SWT. [Lihat Tafsir At Thobari, 23/124-125. Lihat pula Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14/73].

Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di -rahimahullah- berkata, “Neraka hampir-hampir saja terpecah lantaran marah pada orang-orang kafir. Lantas bagaimana tanggapanmu, apa yang akan dilakukan neraka pada orang-orang kafir tersebut ketika mereka berada dalam neraka?!” [Taisir Al Karimir Rahman, hal. 876.].

Seperti itulah neraka. Ketika orang kafir masuk ke dalamnya saja, ia begitu marah. Lantas bagaimana lagi siksaan yang menimpa mereka?! Semoga Allah SWT melindungi kita dari siksaan yang pedih ini.

Sudahkah Datang Kepada Orang Kafir Pemberi Peringatan?
Selanjutnya Allah SWT Ta'ala berfirman: “Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" (QS. Al Mulk: 8).

Maksudnya, penduduk neraka ditanya apakah di dunia sudah datang pada mereka pemberi peringatan tentang adzab neraka yang mereka alami saat ini? [Tafsir At Thobari, 23/125].

Orang-orang kafir lantas menjawab: “Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah SWT tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar". ” (QS. Al Mulk: 9).

Lihatlah jawaban orang kafir:
1. Mereka mendustakan pemberi peringatan yang diutus pada mereka.
2. Mereka mendustakan secara umum yaitu dengan mengatakan bahwa mereka tidak diturunkan wahyu sedikit pun.
3. Namun tidak berhenti sampai di situ, mereka pun menyesat-nyesatkan para rasul yang memberi peringatan. Padahal para rasul adalah orang yang memberi petunjuk dan diberi petunjuk oleh Allah SWT.
4. Tidak cukup hanya menyesatkan para rasul. Mereka pun menyatakan bahwa para rasul telah berada dalam kesesatan yang besar.

Adakah penentangan, kesombongan dan kezholiman yang menyerupai kelakuan orang kafir ini?! [Faedah dari Taisir Al Karimir Rahman, hal. 876]. Na'udzu billahi min dzalik.

Seseorang Akan Disiksa Jika Telah Datang Peringatan padanya
Faedah lain dari surat Al Mulk ayat 8 dan 9 adalah menunjukkan keadilan Allah SWT Ta'ala. Yaitu seorang hamba tidaklah disiksa melainkan setelah ditegakkan hujjah pada dirinya dan telah diutus seorang Rasul padanya. Sebagaimana Allah SWT Ta'ala berfirman dalam ayat lainnya: “Dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al Isro': 15)

“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. ” (QS. Az Zumar: 71) [Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14/73].

Penjelasan ini adalah untuk keadaan di akhirat nanti yaitu seseorang tidak akan disiksa sampai datang padanya seorang Rasul atau pemberi peringatan. Namun untuk di dunia, seseorang dihukumi sesuai dengan agama yang dia menyandarkan dirinya padanya. Jika saat ini seseorang menyandarkan dirinya pada agama Yahudi dan Nashrani, maka status orang tersebut kafir. Namun apakah ia mendapatkan hukuman di akhirat? Ini tergantung dari telah sampai pada dirinya peringatan ataukah tidak. Semoga kita memahami hal ini.

Orang Kafir Begitu Menyesal
Selanjutnya Allah SWT Ta'ala berfirman: “Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala" (QS. Al Mulk: 10)

Orang kafir ini berandai-andai jika saja mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk, yaitu pendengaran dan akal mereka bisa mengambil manfaat terhadap wahyu yang Allah SWT turunkan dan Rasul yang datang di tengah-tengah mereka. Namun mereka tidak memanfaatkan pendengaran dan akal. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mendapatkan petunjuk yang memanfaatkan pendengaran dan akal mereka untuk mengilmui dan mengamalkan ilmu. [Lihat Taisir Al Karimir Rahman, hal. 876.].

Akhirnya, Orang Kafir Mengakui Kesalahan Mereka
Allah SWT Ta'ala berfirman: “Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 11). Akhirnya, orang-orang kafir itu mengakui dosa-dosa mereka. Sebagaimana hal ini terdapat dalam sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: “Seorang tidak akan merasa dirinya binasa hingga ia pun mengakui kesalah-kesalahan yang dirinya lakukan sendiri.” [HR. Ahmad, 5/293. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].

Lihat pula hadits dari Abu Hurairah berikut: “Seseorang yang masuk neraka akan menyesal ketika ia ditampakkan tempat duduknya di surga seandainya surga itu baik baginya. Dan seseorang yang masuk surga akan bertambah syukur ketika ia ditampakkan tempat duduknya di neraka seandainya neraka layak untuknya.” [HR. Ahmad, 2/541. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut shahih, namun sanadnya hasan] [Faedah dari Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14/73-74.].

Demikian beberapa faedah penting dari surat Al Mulk ayat 6-11. Semoga bermanfaat dan semakin menambah keimanan kita.

Ya Allah SWT, kami meminta kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari siksa neraka.

Begitu sejuknya hati ini jika tiap hari selalu diisi dengan siraman ayat-ayat Al Qur'an. Semoga Allah SWT senantiasa memberi keistiqomahan.

____________________
Referensi:

1. Al Qomus Al Muhith, Al Fairuz Abadiy, Mawqi' Al Waroq.
2. Musnad Al Imam Ahmad bin Hambal, Tahqiq: Syaikh Syu'aib Al Arnauth, Muassasah Qurthubah.
3. Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir, Mawsu'ah Qurtubah, cetakan pertama, tahun 1421 H.
4. Tafsir Ath Thobari (Jami' Al Bayan min Ta'wil Ayil Qur'an), Abu Ja'far Muhammad bin Jarir Ath Thobari, Tahqiq: Abdullah bin Abdil Muhsin At Turki, terbitan Hijr.
5. Tafsir Fakhrur Rozi (Mafatihul Ghoib), Fakhruddin Ar Rozi, Darul Fikr, cetakan pertama, tahun 1401 H
6. Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsir Kalamil Mannan, 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H.
7. Shahih Muslim, Tahqiq: Muhammad Fuad Abdul Baqi, Dar Ihya' At Turots Beirut.



Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.com
Image

Image
daffa
Junior User
 
Posts: 373
Joined: 12 Oct 2009 10:55

Re: Faedah Surah Al-Mulk

Postby daffa » 07 May 2010 14:04

Faedah Surah Al-Mulk, Melimpahnya Keberkahan dari sisi Allah SWT

“Melimpahnya keberkahan dari sisi Allah SWT Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Mulk: 1)

Allah SWT Ta’ala berfirman: “Melimpahnya keberkahan dari sisi Allah SWT Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Mulk: 1)

Beberapa faedah dari ayat ini:

Melimpahnya Keberkahan dari Sisi Allah SWT
Tabaaroka bermakna banyaknya keberkahan dan kebaikan dari sisi Allah SWT, semakin bertambah pemberian-Nya dan nikmat tersebut terus tetap ada. Juga tabaaroka bermakna Maha Suci Allah SWT (dari berbagai kekurangan) dan Maha Besar. Berkah sendiri diartikan dengan sesuatu yang bertambah dan terus tetap ada. [Periksa Zaadul Maysir,2/492 dan Tafsir Juz Tabaarok, 11]

Di Tangan-Nya Segala Kerajaan
Maksud di tangan-Nya segala kerajaan yaitu seluruh kerajaan baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT adalah pengatur seluruh makhluk sesuai dengan kehendak-Nya dan tidak ada yang dapat melawan ketetapan-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan. Karena Dia lah yang Maha Menundukkan, segala perbuatan-Nya dibangun di atas hikmah dan Dia Maha Adil. [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8/176].

Allah SWT Memiliki Tangan yang Layak bagi-Nya dan sesuai dengan Kemuliaan-Nya
Dalam ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki tangan sesuai dengan kemuliaan-Nya dan tidak serupa dengan makhluk. Adapun tangan Allah SWT dalam Al Qur’an kadang disebut dengan menggunakan bentuk tunggal (mufrod), kadang dengan menyebutkan dua tangan dan kadang pula disebut dengan bentuk jama’.

Namun perlu diketahui bahwa Allah SWT memiliki dua tangan berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

Pertama, ayat yang menjelaskan bahwa Allah SWT mencela Iblis yang enggan sujud kepada Adam yang telah Dia ciptakan dengan kedua tangan-Nya. Allah SWT berfirman: “Allah SWT berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” (QS. Shaad: 38)

Kedua, ayat yang menjelaskan perbuatan orang Yahudi yang selalu menghina Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah SWT terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah SWT terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki.” (QS. Al Ma-idah: 64)

Ketiga, hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar yang menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki tangan kanan dan tangan kiri yang sesuai dengan kemuliaan-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah SWT ‘azza wa jalla akan melipat langit pada hari kiamat nanti kemudian Dia akan memegang langit tersebut dengan tangan kanan-Nya. Allah SWT pun berkata, “Aku adalah Raja. Manakah mereka yang sering bertindak lalim dan manakah orang-orang yang sombong?” Kemudian Allah SWT melipat bumi dengan tangan kiri-Nya. Allah SWT pun berkata, “Aku adalah Raja. Manakah mereka yang sering bertindak lalim dan manakah orang-orang yang sombong?”.” (HR. Muslim no. 2788)

Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki dua tangan. Adapun ayat yang menyebutkan tangan Allah SWT dengan bentuk tunggal (sebagaimana dalam surat Al Mulk ayat 1), maksudnya adalah untuk menunjukkan keumuman. Karena apabila kata tunggal disandarkan pada kata lain yang dalam bahasa arab diistilahkan dengan bentuk “mudhof - mudhof ilaih”, maka akan menunjukkan makna umum. Sehingga apabila tangan dalam bentuk tunggal disandarkan pada Allah SWT, maka itu juga menunjukkan makna umum. Dari sini menunjukkan bahwa tangan Allah SWT tidak dibatasi satu saja.

Adapun beberapa ayat kadang pula menyebut tangan Allah SWT dengan bentuk jamak seperti firman Allah SWT: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan tangan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?” (QS. Yaasin: 71). Bentuk jamak di sini dimaksudkan untuk pengagungan dan bukan menunjukkan bahwa tangan Allah SWT itu banyak lebih dari dua. Semoga kita memahami hal ini. [Periksa Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, hal. 184-192].

Tidak Ada yang Satu Pun Yang Dapat Menentang Kehendak-Nya
Makna ayat “Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” adalah segala perbuatan yang Allah SWT kehendaki, Dia Maha Mampu, tidak ada satupun yang dapat menghalangi perbuatan-Nya. Tidak ada ketidak mampuan atau kelemahan yang menghalangi Allah SWT untuk berbuat. Allah SWT memberi dan memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki. Dia pun menyiksa dan menterlantarkan siapa saja yang Dia kehendaki. [Tafsir Juz Tabaarok, 13]

________________
Rujukan:

Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1424 H.

Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al Qurosyi Al Dimasyqi, , Muhaqqiq: Saami bin Muhammad Salamah, Daar Thoybah, cetakan kedua, 1420 H.

Tafsir Juz Tabaarok, Abu ‘Abdillah Musthofa bin Al ‘Adawiy, Maktabah Makkah, cetakan pertama, 1423 H.

Zaadul Maysir, Ibnul Jauziy, Mawqi’ At Tafaasir, Asy Syamilah.

Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel : rumaysho.com
Image

Image
daffa
Junior User
 
Posts: 373
Joined: 12 Oct 2009 10:55

Re: Faedah Surah Al-Mulk

Postby Maemunah » 25 Jul 2010 14:13

daffa wrote:
jika saat ini seseorang menyandarkan dirinya pada agama Yahudi dan Nashrani, maka status orang tersebut kafir. Namun apakah ia mendapatkan hukuman di akhirat? Ini tergantung dari telah sampai pada dirinya peringatan ataukah tidak. Semoga kita memahami hal ini
Maksudnya itu seperti apa akhi, bukankah mereka pasti sudah mendapat peringatan dari kitab-kitab dan rasul mereka? Apakah ada orang kafir yang belum diberi peringatan?
Maemunah
User
 
Posts: 58
Joined: 19 Jul 2010 11:31

Re: Faedah Surah Al-Mulk

Postby Fakhrunnisa » 26 Jul 2010 07:15

Maemunah wrote:
daffa wrote:
jika saat ini seseorang menyandarkan dirinya pada agama Yahudi dan Nashrani, maka status orang tersebut kafir. Namun apakah ia mendapatkan hukuman di akhirat? Ini tergantung dari telah sampai pada dirinya peringatan ataukah tidak. Semoga kita memahami hal ini
Maksudnya itu seperti apa akhi, bukankah mereka pasti sudah mendapat peringatan dari kitab-kitab dan rasul mereka? Apakah ada orang kafir yang belum diberi peringatan?


ada orang-orang kafir yang belum mendapat peringatan ukhti, itu berkaitan dengan jangkauan dakwah Islam itu sendiri....bisa jadi dakwah Islam belum sampai ke daerah mereka....misalnya suku-suku pedalaman dengan kepercayaan animismenya..... :)

silakan dikoreksi akhi daffa..... :arrow:
Fakhrunnisa
User
 
Posts: 13
Joined: 22 Jul 2010 08:08

Re: Faedah Surah Al-Mulk

Postby Maemunah » 26 Jul 2010 17:58

Ya... Saya mengerti itu, Maksud saya Yahudi dan Nasrani, apakah mereka ada yang tidak diberi peringatan?
Maemunah
User
 
Posts: 58
Joined: 19 Jul 2010 11:31

Re: Faedah Surah Al-Mulk

Postby Fakhrunnisa » 27 Jul 2010 11:05

Maemunah wrote:Ya... Saya mengerti itu, Maksud saya Yahudi dan Nasrani, apakah mereka ada yang tidak diberi peringatan?


kembali ke jangkauan dakwah itu tadi.... berarti jawabannya -ada-
:)
Fakhrunnisa
User
 
Posts: 13
Joined: 22 Jul 2010 08:08


Return to Tafsir Qur'an

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest