Hikmah & Kajian
Hikmah & Kajian - Hikmah dan Kajian
Tuesday, 23 March 2010 22:57
assalaamu’alaikum wr. wb. Pernikahan beda agama adalah topik yang selalu ‘panas’ untuk beberapa kalangan. Menurut sebagian orang, menikah tak perlu pandang agama, yang penting ada cinta dan saling menghormati. Lalu muncul retorika: "Buat apa menikah dengan sesama Muslim, kalau ujung-ujungnya saling menyakiti?" Retorika ini pun kemudian ditarik lebih lentur lagi: "Buat apa menikah dengan lawan jenis, kalau tak ada kebahagiaan?" Mungkin besok-besok akan muncul lagi sanggahan mereka: "Buat apa menikah dengan manusia, kalau binatang lebih menarik?"





"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja