close

Donasi untuk Website Muallaf Center Online

Terima kasih atas donasi yang telah anda berikan untuk kami Muallaf Center Online, sehingga saat ini Muallaf Center Online dengan alamat http://www.mualaf.com atau http://www.muallaf.com telah hosting di tempat yang baru dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar, lebih dari cukup untuk pengembangan website ini lebih lanjut.

Kami akan berterima kasih jika anda tetap secara kontinyu memberikan donasinya kepada Muallaf Center Online Website, anda dapat mengirim atau mentransfer ke Rekening Muallaf Center Online dengan rekening a/n Irwan Hermawan, BCA - KCP Rawamangun, Jakarta, dengan Nomor Rekening 094-054-6192 atau via Account Paypal : donasi [at] mualaf [dot] com.
Donasi Anda
Jadwal Sholat Hari Ini
Shubuh 04:48
Terbit Fajar 17:58
Dzuhur 11:57
Ashar 15:17
Maghrib 17:55
Isya 19:01
Untuk Jakarta & sekitarnya
Polling & Survey
Bagaimana menurut anda mengenai tampilan baru Mualaf Center Online ?
 
How Can I Help ?

Punya keingintahuan seputar Islam atau pertanyaan apapun tentang Islam, silahkan pilih salah satu jalur ini

Insya Allah kami siap membantu anda langsung atau mereferensikan anda ke Team kami terdekat di daerah anda::


Yahoo! Messenger


keat_beckhan

mualafindonesia

We have 93 guests online

Total Members

Hari ini1
Kemarin0
Minggu ini1
Bulan ini3
Total Members : 591
Last Singgih offline

CB Online

None

CB Login


Rwanda Genocide

Islam at Wikipedia

Redaksi menerima tulisan artikel dari para anggota Muallaf Center Online untuk "Oase Iman", kirimkan tulisan dan artikel anda ke artikel at mualaf dot com dan tulisan akan dimuat setelah melalui tahapan dan proses di redaksi.


Google
 

Terjemah Al-Quran Berbahasa Nepal Diluncurkan PDF Print E-mail
Islam is not the Enemy - Dunia Islam
Friday, 20 June 2008 09:15
Impian umat Muslim Nepal untuk memiliki terjemahan Al-Quran dalam bahasa mereka kini terwujud. Sebelumnya, usaha untuk mewujudkan mimpi agung tersebut memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar lima tahun lebih. Proyek penerjemahan tersebut dapat sukses diterbitkan berkat kerjasama Organisasi Islam Nepal (al-Munazhzhamah al-Islamiyah Nepal/ OMP) dan Akademi Al-Quran London (Akadimiya Al-Quran bi London).

“Merupakan sebuah kebahagiaan yang tak terhingga bagi Muslim Nepal atas terbitnya terjemahan kitab suci ini dalam bahasa Nepal. Al-Quran adalah pegangan hidup dan jalan yang lurus untuk meraih kebahagiaan di dua kehidupan, dunia dan akhirat,” demikian dikatakan oleh Mawlana Nazrul Fallahi, ketua OMP, dalam sambutannya pada peluncuran mahakarya agung itu di . Demikian dilansir situs Islamonline, Rabu (18/6).

Fallahi berharap, dengan diterbitkannya Al-Quran terjemahan bahasa Nepal tersebut, bangsa Nepal dapat lebih dekat lagi mengerti dan memahami Islam, sehingga cahaya Allah pun dapat menebar ke seluruh pelosok negeri Nepal.

Terjemahan Al-Quran berbahasa Nepal mencakup 1.168 halaman, ditulis dengan tulisan Nepal dengan menyertakan ayat-ayat Al-Quran yang diterjemahkan dalam tulisan Arab. Untuk tahap pertama, terjemahan Al-Quran berbahasa Nepal dicetak lebih dari 5.000 eksemplar, 2.500 diantaranya dikirim ke New Delhi (India), Buthan, dan Myanmar.

Dalam acara peluncuran terjemahan itu, turut hadir beberapa deretan ulama Muslim internasional dan Nepal, juga para pemuka umat Hindu dan Budha Nepal. Saat ini, prosentasi umat Muslim di Nepal mencapai 4.5 %, dari 28 juta total jumlah penduduk.
 
Google

Mutiara

"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)

SAYA dilahirkan di kota Manado, 25 Mei 1951. Lingkungan keluarga saya tidak tergolong keluarga Kristen sekuler. Bahkan, mereka boleh dlbilang fanatik dengan prinsip kekristenannya. Papa saya bernama Ernest Maramis, sedangkan mama saya bernama Agustina Tanod. Terus terang saja, saya beragama Kristen lebih disebabkan faktor keturunan, bukan karena ketaatan saya sebagai pengikut Yesus Kristus. Bahkan secara pribadi, saya akui bahwa saya tidak pernah bisa memahami ajaran Kristen secara mendalam.

Read more...