Kisah A to Z
Thursday, 12 April 2012 20:41
Kisah Mualaf share by Garrick Wirawan
Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”
Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.More Articles...
- Sholat di kamar mandi demi kebutuhanku untuk Sholat
- Akhirnya aku mengerti apa arti memiliki Tuhan sesungguhnya dalam Islam
- Tatiana SP Basuki : Kegelisahan Hati Sang Pencari Tuhan
- Iris Rengganis Makin Mantap dalam Renungan di Makkah
- Yudi Mulyana: Hidayah di Ujung Fajar
- Steven Indra Terpikat Islam Karena Shalat
- Felix Yanwar Siauw Dengan Islam Hidup Jadi Terarah
- Sephy Lavianto, Konflik Rumah Tangga Membuatnya Memilih Islam
- Kisah Mualaf Timor-Timur yang Berhijrah
- Teofilus Sarjiono : Sakit Berbuah Hidayah






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja