Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 40 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak". [Al-hadid: 11].

Hauw Tin : Sempat Terusir dari Rumah

Print PDF

Kisah Mualaf - Kisah Tokoh

NAMA asli saya Hauw Tin, usia lebih dari 50 tahun. Saya anak kedua dan empat bersaudara, dua laki-laki dan dua perempuan. Saya dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang beragama Konghucu, karena agama itu adalah agama leluhur kami. Tetapi, ketika SMP, saya disekolahkan di SMP Bhiku Yudha Putra, yaitu sekolah yang mengajarkan agama Budha. Sekolah untuk agama Konghucu memang tidak ada.


Kebesaran Islam diterima Mualaf Walaupun di rumah saya beragama Konghucu, tetapi, karena di sekolah diajarkan agama Budha, otomatis saya belajar agama Budha. Di sini saya mendapatkan pengajaran seperti latihan ketaatan pada orang tua, budi pekerti, dan tentang pemahaman ajaran kebaikan. Ajaran Budha tidak pernah mengajarkan tentang dosa.

 Selepas SMP saga melanjutkan sekolah ke SMA Sari Putra yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, juga SMA yang mengajarkan pelalaran agama Budha.

Pindah Agama Katolik

Meragukan Konsep TrinitasKetika duduk di kelas dua SMA, saya pindah ke SMA Kristen dan mengambil kajian agama Katolik. Di sinilah awal saya berpindah agama dari Konghucu ke agama Katolik (1964). Saya dibaptis di Gereja Santo Paulus, Jakarta Pusat, dan mendapat nama baptis Johanes To Hauw Tun.

Saya ikut misa (kebaktian) di Gereja Kathedral, yang letaknya berhadapan dengan Masjid Istiqlal. Namun, di sekolah SMA Kristen tersebut saya selalu berdebat dengan guru maupun pastor, sehingga saya terpaksa diskors selama 3 hari.

Perdebatan tersebut menyangkut masalah teologi (ketuhanan) yang di agama Katolik disebut trinitas. Saya juga berdebat tentang pengakuan dosa. Apabila kita merasa bersalah dan berdosa besar satu minggu, maka pada sabtu sore harus datang ke gereja dan mengakui semua dosa kepada pastor. Besoknya, baru boleh datang untuk melakukan misa. Di dalam pengakuan dosa ini, biasanya anggota jemaat diminta untuk membaca doa dengan rosario (sejenis tasbih) sampai beberapa kali. Pada waktu itu pastomya adalah Ten Ber Ger.

Masuk Islam

Konsep TauhidKetertarikan saya masuk Islam waktu itu diawali ketika kebetulan saya mampir ke rumah teman saya yang bernama Nirman Effendi, la seorang wartawan foto. Waktu itu tanggal 1 November 1967. Saat di rumah Nirwan itu saya melihat ada kitab suci Al-Qur'an (terjemahan). Saya tertarik untuk membacanya. Meskipun hanya sebentar, saya ingin membacanya lebih lama lagi dan akhirnya saya meminjam padanya selama satu minggu.

Selama di rumah, Al-Qur'an tersebut saya baca, Lega sekali rasanya, dan, ini hanya sekali saja saya rasakan seumur hidup. Saya ingin sekali mengulanginya, tetapi tidak bisa. Rasanya dosa saya seperti dicabut semua. Badan saya seperti ada yang menarik ke atas dan rambut saya seperti ikut tertarik ke atas. Tetapi siapa yang menarik, saya tidak tahu. Mungkinkah itu malaikat?

Setelah kejadian itu, rasanya saya menemukan sesuatu yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Saat itu keinginan saya hanya memeluk agama Islam, dan keinginan ini saya utarakan pada salah satue tetangga saya yang bernama Usman. Usia Usman saat itu 35 tahun dan saya baru 21 tahun.

dan Nabi Muhammad adalah Utusan AllahAku bersaksi bahwa Tiada Tuhan Selain AllahKemudian, esok harinya saya dibawanya ke tempat Ketua RW. Ketua RW saat itu adalah keturunan Jepang bernama Mark dan istrinya orang Belanda bernama Hany. Pak RW pun membawa saya ke Kantor Urusan Agama (KUA) DKI Jakarta pada tanggal 8 November 1967. Di kantor KUA itu, saya dirninta mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat.


Ketahuan Orang Tua


Sebagai orang yang baru masuk Islam, saya dianjurkan untuk berkhitan (sunat). Karena mau disunat itu, keluarga saya yang tadinya tidak tahu, jadi tahu semua. Sebab, masyarakat di sekitar rumah saya membicarakan perihal saya mau disunat. Mendengar saya mau disunat, orang tua saya jadi marah. Akhirnya, saya dijaga dengan ketat dan tidak boleh keluar rumah. Padahal, saya sudah janji dengan Usman untuk pergi ke Tasikmalaya Jawa Barat dalam rangka sunat.

Akhirnya, selepas magrib saya bisa melarikan diri ke Terminal Bus Lapangan Banteng. Saat itu Lapangan Banteng dijadikan terminal bus dalam kota. Saya berbekal uang Rp5.000; yang saat itu nilainya besar sekaii. Saya berangkat sendiri, karena tak sabar menunggu kedatangan Usman. Alhamdulillah,bus yang saya tumpangi mogok, sehingga saya bisa bertemu Usman. Alhasil, kami pun tiba di Tasikmalaya dengan selamat. Dan, saya pun akhirnya dikhitan di sana.

Orang tua saya ternyata mencari saya dengan cara menanyakan pada tetangga dan akbirnya ketemu juga di Tasikmalaya. Saya dipaksa pulang ke Jakarta. Tapi, saya tidak mau. Akhirnya saya masuk Pondok Pesantren Cipasung yang diasuh K.H. Rukhiyat, ayah K.H. IIyas Rukhiyat, Rois Aam SSuriah PBNU. Di sini saya belajar selama tiga tahun. Segala kebutuhan makan dan belajar dijamin pesantren karena saya seorang mualaf.

Kembali dari pesantren, saya pulang ke rumah. Tetapi, orang tua tidak mengakui saya sebagai anak. Saya sempat tidur di emper rumah dan makan diberi oleh tetangga yang bersimpati dengan keislaman saya.

Pada tahun 1987 saya menikah dengan orang Yogyakarta, tapi coma bertahan tujuh bulan. Kini, saya berwiraswata dan memiliki 10 buah bajaj. Pada 1990, saya menikah lagi dengan wanita keturunan Cina Palembang dan dikaruniai empat anak. Selain itu, saya juga aktif di dunia politik menjabat sebagai Ketua DPC salah Partai Islam di Jakarta Barat. (WiwiekF/Albaz - dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/) oleh Mualaf Online Center http://www.mualaf.com

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900